PENGARUH OLIGARKI PENGUASA TERHADAP PENANGGULANGAN HIV-AIDS DI INDONESIA
PENGARUH OLIGARKI PENGUASA TERHADAP PENANGGULANGAN HIV-AIDS DI INDONESIA
Dr. Husaini, SKM., M.Kes*)
*)Program Studi S1 dan S2 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan, 70714
Korespondensi email : [email protected]
Abstrak
Peningkatan kasus HIV-Aids di Indonesia terus meningkat di berbagai daerah dan menjadi bencana umat manusia, walaupun berbagai program pencegahan dan penanggulangan HIV-Aids sudah dilakukan oleh Pemerintah bersama dengan stakeholder lainnya. Tujuan dan manfaat kajian ini adalah memberikan informasi kepada berbagai pemangku kepentingan akan peran Kepala Daerah dan perilaku politikus serta pengusaha lokal di era otonomi dan demokrasi ala Indonesia terhadap penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit HIV-Aids.
Studi ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan/observasi peneliti dari tahun 2010 sampai 2015 di Kota Banjarbaru dan Kota/Kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan, serta ditambah dengan studi literatur yang berhubungan dengan kajian ini.
Hasil studi ini menunjukkan adanya fenomena oligarki kekuasaan yang bermentalkan rent-seeking (berburu rente) akibat dari sistem demokrasi yang sangat mahal, sehingga kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah tidak untuk kebutuhan publik, terutama untuk Pencegahan dan Penanggulan HIV-Aids yang dianggap tidak menguntungkan secara cepat bagi Kepala Daerah dan kroninya.
Kesimpulan studi adalah Pencegahan dan penanggulan HIV-Aids tidak cukup hanya dengan komitmen dan peraturan yang ada, akan tetapi perubahan mendasar dari sistem demokrasi kita selama ini yang sangat mahal, yang justru melahirkan pemimpin bermental korup dan rent seeking.
Kata kunci: oligarki penguasa, pencegahan, HIV-Aids
